APA YANG HARUS KITA LAKUKAN SUPAYA PASTI SELAMAT ?

by Iskander Jadeed

Table of contents

  1. KESELAMATAN
  2. JALAN KESELAMATAN
  3. KEUNGGULAN ATAS DOSA
  4. PENGAMPUNAN
  5. MENGAPA KESELAMATAN MUTLAK DIPERLUKAN
  6. MAHKOTA KEHIDUPAN
  7. BAGAIMANA KITA DAPAT DISELAMATKAN
  8. BAHAN KAJIAN

1. KESELAMATAN

Keselamatan menjadi pokok yang utama dan pen-ting untuk dibicarakan. Keselamatan yang agung dan cara meraihnya, telah memenuhi pikiran Allah sejak se-mula. Sehingga untuk mewujudkannya Allah menyata-kan diri dalam daging atau dikatakan Ia menjelma men-jadi manusia. Berpangkal pada kebutuhan yang sangat mendesak akan penyelamatan tersebut, maka kita harus menemukan arti dan hakekatnya. Artinya harus kita kaji; apa sebenarnya arti keselamatan serta mengapa kita perlu diselaplatkan.
Nyata dari Alkitab dan dari inti tugas utama Kristus bahwa keselamatan mencakup pembebasan dari be-lenggu perbudakan dosa. Injil menjelaskan bahwa Anak Manusia (yang dimaksud ialah Yesus Kristus) datang untuk mencari dan menyelamatkan yang sesat. Makna kedatangan Kristus ke dalam dunia adalah untuk me-nyelamatkan umat manusia yang sedang menuju ke-binasaan akibat pelanggaran dan dosa mereka. Demi mewujudkan keperluan yang sangat obyektif ini, Yesus kristus menyediakan segala sesuatunya, bahkan sampai taraf penyerahan hidup dan nyawaNya bagi orang-orang berdosa, Ia melakukannya semata-mata terdorong oleh kasih karunia Allah yang melimpah.
Menjelang mangkatnya Pangeran Kent, ayahanda Ratu Victoria dari Inggris, ketika dikunjungi oleh seorang dokternya yang mencoba menghibur baginda dengan kata-kata: "Kiranya baginda tuanku, terpelihara oleh kebesaran baginda jua." Pangeran itu menjaw'ab: "Kalau itu terjadi, tapi keselamatan bukan karena meng-andalkan pada kebesaranku, melainkan oleh karena pe-ngakuan bahwa saya orang berdosa dan Kristus datang untuk menyelamatkam saya." Baginda telah menge-mukakan firman Allah yang pernah disampaikan rasul Paulus: "Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuh-nya:" Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamat-kan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa." (1 Timotius 1: 15).

1.1. APAKAH YANG PATUT KULAKUKAN SUPAYA SELAMAT ?

Pertanyaan ini pernah diajukan oleh kepala penjara di kota Filipi kepada Paulus dan Silas hampir 2000 tahun yang silam. Jawaban yang disampaikan untuk itu: "Per-cayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, maka engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul 16:31). Sederhana dan jelas bahwa manusia tidak di-tuntut untuk berbuat dan beramal, berusaha sebagai syarat dan harkat untuk memperoleh keselamatan bagi dirinya. Untuk selamat hanya tersedia satu jalan yaitu percaya pada Tuhan Yesus Kristus dan tidak ada jalan lain. Malaikat Tuhan membawa berita tentang Maria yang beroleh berkat itu, "Ia akan melahirkan anak laki--laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan

menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 1 :21). Ketika Yohanes Pembaptis me-lihat Kristus ia berseru: "Lihat Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1 :29).
Kepercayaan akan keselamatan yang memiliki jaminan penuh itu, bagaimanapun harus disertai per-tama-tama dengan pengakuan dosa sesuai dengan ucap-an kerasulan: "Jika kita mengaku dosa kita maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala ke-jahatan." (1 Yohanes 1 :9). Kedua harus disertai dengan pertobatan: "Dengan tidak memandang lagi zaman ke-bodohan, maka sekarang Allah memerintahkan kepada manusia bahwa dimana-mana semua mereka harus ber-tobat." (Kisah Para Rasul 17:30). "Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan." (Kisah para Rasul 3: 19).
Karena itu pada hakekatnya, iman atau kepercayaan harus disertai dengan pengakuan dosa dan pertobatan yang pada gilirannya bertumpu pada kemauan serta keputusan pihak manusia, menerima atau menolak kasih karunia; Allah yang membuahkan keselamatan tersebut.

1.1.1. KESELAMATAN DARI UTANG DOSA :

Dengan menggunakan banyak perumpamaan, Kris-tus menjelaskan dosa sebagai suatu utang piutang. Dengan perumpamaan "Hamba Yang Curang" Ia ber-kata, "Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan
hamba--hambanya. Setelah Ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta " (Mati us 18:24). Dalam per-umpamaan lain Ia berkata: "Ada dua orang yang ber-hutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapus-kan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" (Lukas 7:41-42).
Dosa sesungguhnya utang yang tak terlunasi dari setiap manusia terhadap Allah. Bagaimanapun sifat serta bentuknya, besar atau kecil utang itu untuk membayar-nya kembali tak seorangpun yang sanggup, hal itu di luar kemampuan manusia. Karena setiap dosa yang di-lakukan baik terhadap diri sendiri atau terhadap orang lain dengan serta merta telah menyakiti hati Allah. ke-nyataan itu juga menyangkut bidang hukum yang ber-ikut: "Sebab
upah dosa ialah maut, tetapi kasih karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23). Demikianlah Allah dalam kasih-Nya yang agung yang penuh dengan kebaikan dan kemurahan, siap mengampuni dan melupakannya, tentunya melalui persyaratan yang ada dalam Injil, macam apapun dosanya atau bagaimana pun besar dosa itu. Tertulis pula: "Tetapi hukum Taurat kemudian diber-lakukan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan dimana dosa bertambah banyak; di sana kasih ka-runia harus
dicurahkan berlimpah-limpah." (Roma 5:20). Inilah suatu pelipur lara sejati yang terlebih

manis di-bandingkan dengan ketegasan dalam kekuatan dan wibawa hukum yang tanpa pandang bulu. Setelah memiliki pengampunan bagi orang berdosa yang telah bertobat, melalui darah yang tercucur dari salib-Nya, Injil Kristus memberikan kepada umat manusia pengampun-an, terikat dalam mengasihi seseorang pemberi ampun kepadanya. Semakin dalam seseorang terlibat dalam dosa sebelum kelahiran baru yang ia alami, semakin tekun ia mengkuduskan dirinya di dalam Tuhan dan semakin siap mentaati kehendak Allah.

1.1.2. SELAMAT DARI CENGKERAMAN KUASA DOSA

Sambil menikmati bebas dari utang dosa yang berat menindih, manusia segera memerlukan pelepasan dari cengkram kuasa dosa dan luput dari kebiasaan jahat yang tidak pantas. Ia tidak lagi hidup menuruti nafsu yang menggrogoti dirinya, memutuskan hubungan dengan sistem dunia yang tata kehidupannya telah jatuh dalam genggaman iblis. Supaya dapat mengalami pe-lepasan tersebut, kita hendaknya unggul dan bergumul melawan dosa guna menerapkan keselamatan yang kita peroleh, seperti yang rasul Paulus katakan dalam
surat-nya kepada orang-orang di Filipi. "Hai saudara--saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir; karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemau-an maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya." (Filipi 2:12,13). Paulus juga menganjurkan kepada kita bahwa seseorang
yang telah diselamatkan berdasarkan, kasih karunia Kristus harus menerapkan kesucian dalam hidupnya sehari-hari dan membebaskan dirinya dari pengaruh dosa sampai ia mencapai kemuliaan serta kemenangan abadi. Hal ini dinyatakan dalam surat Paulus kepada orang-orang di Roma.
Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untukbangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya." (Roma 13:11).
Singkatnya, keselamatan merangkum bebasnya se-seorang dari utang dosa dan terhindarnya dari per-budakan dosa yang menyusupi roh, jiwa dan tubuhnya; proses penyelamatan ini berkesinambungan sampai ia berdiri di hadapan Allah menjadi kudus dan tidak ber-cacat dalam kasih.
Timbul pertanyaan, "Mengapa Allah menaruh per-hatian sedemikian besarnya terhadap orang berdosa yang bersifat pemberontak yang berbuat pelanggaran--pelanggaran menurut pilihannya sendiri? Dan mengapa Allah tidak membiarkan dia menanggung akibat
per-buatannya untuk menerima upah yang setimpal dengan kejahatannya? Ada suatu jawaban untuk pertanyaan--pertanyaan tersebut yang termuat dalam naskah me-ngenai Tuhan Yesus Kristus: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang per-caya kepada-Nya tidak binasa,

melainkan beroleh hidup yang kekal."(Yohanes 3:16).
Konon diceriterakan seorang pembela perkara Sir John Prentice seorang ahli hukum yang menyimpulkan pembelaannya bagi sebuah kasus dengan pernyataan sebagai berikut, "Saya telah. membaca dalam sebuah buku bahwa Allah dalam sidang majelis abadiNya ber-tanya kepada Keadilan, Kebenaran dan Rahmat kalau boleh menciptakan manusia. Keadilan menjawab: "Ja-ngan menciptakan manusia sebab mereka akan meng-injak-injak segala hukum, ketetapan-ketetapan dan prinsip-prinsipMu". Kebenaran menjawab: "Jangan
men-ciptakan manusia sebab mereka akan parah jadinya, mengejar dusta dan kepalsuan". Rahmat menjawab: "Saya tahu manusia akan sedemikian bobroknya, tetapi saya akan membayar harganya. Dan berjalan men-dampingi mereka melalui lorong kegelapan, sampai saya membawa mereka kepada-Mu pada akhirnya."
Allah menciptakan manusia dalam keberadaannya yang prima, tetapi manusia sendiri yang menyalahguna-kan kebebasannya untuk jatuh mengikuti penyimpang-an yang direkanya sendiri dan akhirnya dengan gairah menjerumuskan dirinya ke dalarn dunia yang bejad. Namun kasih karunia Allah setia mengajar, dan meng-ikutinya serta merancang keselamatan abad penuh dan lengkap. Percayakan diri anda pada keagungan kasih Allah yang nyata dalam Kristus, demikian dikatakan: "Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu di-selamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain." (Yesaya 45:22). "Marilah, baik-lah kita berperkara! --- Firman Tuhan --- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kusumba, akan menjadi putih seperti bulu dornba." (Yesaya 1:18).

Janganlah ragu-ragu bukalah pintu hati anda bagi Kristus. Ia menanti-nanti anda, ketika Ia berkata dengan lembut: "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan rnengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan mem-bukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku akan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama--sama dengan Aku. (Wahyu 3:20).

Ciptakanlah Bagiku Hati Yang Murni Ya Allah Dan Perbaharui Batinku Dengan Roh Yang Teguh

(Mazmur 51: 12)

2. JALAN KESELAMATAN

Mustahil keselamatan diraih dengan kekuatan sen-diri. keselamatan manusia tidak dapat diperoleh di luar rancangan Allah. Hanya Allah dapat menyatu padukan keadilan, anugerah, kesucian dan kasih. Allah meng-genapi hal tersebut oleh penebusan yang ajaib yang dilaksanakan pada masa yang tepat terencana di bukit Golgota. lni semua terjadi sejalan dengan nubuat pe-mazmur: "Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada
orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-duman." (Mazmur

85:9,10).
Dengan yang mengagumkan dan mempesona bagi penebusan telah ditetapkan. Allah di satu pihak yang memiliki kesucian, keagungan dan kemurahan budi; sungguh tiada bandingnya. Sedangkan di lain pihak, manusia yang penuh dosa dicemari dengan kesesatan perilakunya dan di tengah antara ke dua pihak berdiri tiang pancang penyaliban, padanya Yesus terpaku sebagai penebus yang benar dan kudos dikorbankan untuk yang berdosa dan yang memberontak; memapar-kan serta mengetengahkan kasih Allah. "Sebab Allah mendamaikan dunia dengan dirinya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami." (2 Korintus 5:19).
Penyelamatan yang Allah sediakan bagi umat manu-sia, bukan merupakan tindakan terpaksa yang asal jadi; ini terbukti dari sedemikian banyaknya fakta sejarah, pe-negasan prinsip yang terjalin dengan peristiwa penyaliban itu. Suatu rancangan penerapan kasih yang teliti dan yang ditentukan dari semula, selaras dengan kebijaksanaan sempurna, sejalan dengan kehendak Allah yang abadi. "Dalam kasih, Allah telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk. menjadi; anak--anak-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu peng-ampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalarn segala hikmat dan pengertian." (Efesus 1:5-8).
Nyata, keselamatan yang Allah sediakan bagi umat manusia hanya terwujud melalui penebusan oleh Yesus Kristus yang dilakukan dengan sempurna serta dilunasi dengan sah. Supaya rancangan ini menjadi kenyataan, menjadi keharusan bahwa LOGOS (yaitu perkataan Allah) yang pada mulanya bersama-sama dengan Allah, menjadi manusia serta mengampil bagian dalam ke-manusiaan dengan memiliki daging dan darah, supaya dapat menyerahkan diriNya padal mezbah yang berupa salib bagi penebusan melunasi dosa segenap umat ma-nusia. Tertulis: "Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Kristus juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya. berada dalam perhambaan oleh takutnya ke-pada maut." (Ibrani 2:1 15).

2.1. AYAT-AYAT YANG BERKAITAN DENGAN KESELAMATAN:

"Percayalah kepada Tuhait Yesus--Kristus dan eng-kau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para RasuI16:31).
"Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosa-mu dihapuskan, agar Tuhan
mendatangkan Waktu ke-legaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntuk-kan bagimu sebagai Kristus." (Kisah para Rasul 3:19,20).

"Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kusus." (Kisah Para RasuL2:38).
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga, Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9).
"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, I bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan." (Roma 10:9). .
"Sebab karena kasib karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ad rang yang memegahkan diri." (Efesus 2:8,9).
"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3)
"Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu 'jauh', sudah menjadi 'dekat' oleh darah Kristus." (Efesus 2:13).
"Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus Anak-Nya itu menyucikan kita dari pada segala dosa." (1 Yoharies 1:7).
"Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan perdamaian oleh darah salib Kristus." (Kolose 1:19,20).
"Sebab, kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, yang telah dikiaskan seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Kristus telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diriNya pada zaman akhir." (1 Petrus
1:18-20).

"Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekaya-an kasib karunia-Nya." (Efesus 1:7).

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, Kristus telah mati untuk kita, Ketika kita masih berdosa.

3. KEUNGGULAN ATAS DOSA

Anda akan unggul terhadap dosa oleh penyertaan kasih karunia Allah. Allah tidak pernah membiarkan ter-lantar orang yang percaya pada-Nya, bergumul dengan upaya sendiri serta terlibat daIam kelemahannya, ber-juang untuk membebaskan dirinya dari dosa dan meraih kese1amatan bagi dirinya. Allah lestari campur tangan di dalam orang percaya, seperti yang telah dikatakan rasul Paulus: "Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu se-nantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Anahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaa menurut ke-relaan-Nya." (Filipi 2:12,13).
"Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu la, yang me-mulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan me-neruskan sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus." (Filipi 1:6).
Makna kasih karunia Allah meliputi yang berikut:

3.1. HUBUNGAN ROHANI YANG LESTARI DENGAN KRISTUS

Kristus tidak hanya seorang guru agung atau teladan utama bagi orang-orang percaya, melainkan tokoh yang dijelmakan di dalam orang-orang yang beriman serta disanjung dan disembah. Diilhami dengan kenyataan ini, rasul Paulus berdoa bagi orang-orang Efesus.
"Sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hati-mu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus." (Efesus 3:17-18).
Alkitab menyuguhkan banyak lukisan yang me-maparkan hubungan antara Kristus dan orang-orang percaya. Kristus digambarkan sebagai pokok anggur dan mereka
carang-carangNya. (Yohanes 15:1-3). Ia juga sebagai batu penjuru dan mereka batu-batu yang hidup yang dibangun di atas batu Kristus sebagai dasar-nya (1 Petrus 2:5).
Persekutuan yang unik semacam itu juga diungkapkan Tuhan Yesus, ketika Ia berkata: "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar
suara-Ku dan membukakan pintu, aku akan masuk mendapatkannya dan Aku akan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." (Wahyu 3:20). Ia juga pernah berkata: "Jika seorang me-ngasihi Aleu, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia (Yohanes 14:23).
Mungkin lukisan yang paling indah dalam hal ini adalah pengalaman yang diungkapkan oleh Paulus "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging adalah hidup oleh

iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." (Galatia 2:20). .
Perlu kita Makin berkurang-kurang bahkan kita lupakan ego pribadi sendiri, agar menyatu ke dalam pri-badi Tuhan Yesus dan dapat "tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita". Kita perlu juga tinggal dalam per-kataan-Nya, sehingga perkataan-Nya dapat ditanam serta ditumbuhkan dalam hidup kita. Kemudian apa saja yang kita pinta dalam nama-Nya, diberikan kepada kita, ter-masuk kemenangan atas dosa akan menjadi milik pri-badi kita.

3.2. MEMPELAJARI ALKITAB

Tuhan Yesus berkata: "Ada tertulis, Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Matius 4:4)
Menilik kehidupan manusia-manusla Allah yang berhasil menempuh kehidupan yang berkemenangan, menyatakan bahwa mereka dipersenjatai dengan pedang Roh ialah Firman Allah, seperti yang diungkap-kan dalam Efesus 6:17.
Juga kita dapati mereka yang mengalami masa ke-lelahan dan kejatuhan dapat meraih kembali suatu kemenangan melalui Perkataan Illahi. Daud pernah me-nuliskan perkataan berikut: "Berbahagialah orang--orang yang hidupnya tidak tercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah orang-orang yang me-megang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati yang juga tidak melakukan ke-jahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titahMu ! Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintahMu. Aku akan bersyukur kepadaMu dengan hati jujur, apabila aku belajar
hukum-hukumMu yang adil. Aku akan ber-pegang pada ketetapan-ketetapanMu, janganlah tinggalkan aku sarna sekali. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firmanMu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau " (Mazmur 119:1-11)
Ketika Daud menyaksikan kemenangannya atas dosa, ia juga menuliskan ayat-ayat berikut: "Taurat TUHAN itu sempuma, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. Takut akan TUHAN itu suci, tetap
ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah dari pada emas, bahkan daripada banyak emas tua; dan lebih Manis dari pada madu, bah-kan daripada madu tetesan dari Sarang lebah. Lagi pula hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar." (Mazmur 19:8-12)
Berikut ini sebuah contoh yang digunakan oleh rasul Paulus dalam sebuah surat yang

ditujukan kepada Timotius: "Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki ke-lakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik". (2 Timotius 3:15-17),
Petrus menggunakan contoh lain .untuk melukiskan pengaruh nyata firman Allah terhadap manusia, "Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya samna seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." (2 Petrus 1:19-21)

3.3. BERDOA

Ketika iblis berusaha mencobai murid-murid, Tuhan Yesus menyarankan mereka supaya berdoa agar mereka jangan jatuh ke dalam pencobaan seperti tertera dalam Injil Lukas.
22:40. Pencobaan, apabila tidak kita hindari akan menyudutkan kita ke arah keinginan nafsu dan nafsu apabila kita turuti akan menjerumuskan kita ke dalam dosa. Sebab itu, kita seharusnya berdoa dengan berkesinambungan supaya kita tidak usah lagi me-masuki pencobaan yang kemudian menjebloskan kita ke dalam belenggu dosa yang pada akhirnya menelan kita ke dalam kebinasaan.

3.4. MELANGKAH DALAM PERTOBATAN

Santa Basil berkata: "Utamakan supaya tidak ber-dosa, apabila anda jatuh melakukan dosa, jangan tangguhkan untuk segera bertobat. Sesudah anda ber-tobat, jangan lagi berdosa. Dan apabila ternyata anda tidak mengulangi dosa itu, layak kita sadari bahwa ke-menangan itu terjadi berkat pertolongan Allah. Ketika kemenangan itu berlaku pada diri anda, ucapkanlah syukur kepada Allah untuk anugerah-Nya. Kemudian mintalah supaya tetap memperoleh pertolongan-Nya, untuk tetap dalam jalur kemenanganNya."

3.5. SALIBKAN AKU YANG LAMA

Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Efesus : "Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar ten-tang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang

menemui ke-binasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu diperbaharui. di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru yang telah diciptakan me-nurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan ke-kudusan yang sesungguhnya." (Efesus 4:20-24)

3.6. BERLINDUNG DALAM KASIH KRISTUS

Pernah iblis menyerang Santa Macarius ketika se-dang berdoa, mencoba mendaratkan rasa sombong. lblis menyanjung: "Alangkah sempurnanya apa yang telah engkau capai sebagai orang kudus!" Macarius mengelak, "engkau lupakan banyak kelemahanku dan anggap sepi kekuranganku." Pada kesempatan lain iblis mencobai dengan menggelapkan hati Macarius ke dalam keputusasaan dan membisikkan kata-kata: "Serba kurang engkau dan penuh
ketidak-benaran". Macarius menyahut: "Itu benar saya serba kurang dan penuh ketidakbenaran, tetapi engkau mengesam-pingkan kasih Kristus dan kematian-Nya yang diperun-tukkan bagiku. Melalui karya-Nya yang sempurna telah menanggapi segala kekuranganku dan memulihkan aku pada keselamatan-Nya yang sempurna."

3.7. PERSEKUTUAN ROHANI

Telah diterima sebagai kenyataan bahwa per-sekutuan rohani menjadi wadah terbaik yang disediakan Allah bagi orang-orang percaya supaya dapat tumbuh dan maju dalam kehidupan Kristen. Kita juga disadarkan dari Kisah Para Rasul, bagaimana anggota-anggota je-maat pertama hidup: "Mereka bertekun dalam pengajar-an rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka se-lalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa". (Kisah Para Rasul 2:42). Demikian pula arahan rasuli:
"Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan--pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh be-berapa orang, tetapi marilah kita saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:24-25)

4. PENGAMPUNAN

1. Saya ingin menggali lebih dalam pokok peng-ampunan, keselamatan dan "mahkota kehidupan". Tolonglah menjelaskan pokok ini bagi saya.
A.NA., Zaqaziq, Mesir .
2. Saya telah menerima naskah berikut:
1. "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan aku akan. mengaruniakan kepadamu mah-kota kehidupan." (Wahyu 2:10)
2. Jika kita mengaku dosa kita, maka la adalah setia dan adil, sehingga la akan

mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (I Yohanes
1:9).
Tolonglah jelaskan bagi saya apa yang dimaksud-kan dengan ayat -ayat tersebut. G.K.Y., Mesir.
Istilah "pengampunan" dalam Alkitab berarti me-nutupi dosa, menyembunyikannya atau menebusnya. Pertama kata itu digunakan dalam Kejadian 6:14, dalam hal "melapisi" dinding perahu yang terbuat dari kayu gafir itu luar dan dalamnya, supaya benar-benar kedap air. Arti kata itu kemudian berkembang dalam Kemah Suci terdapat dalam ruang maha suci yaitu "tutup perdamaian" terbuat "dari emas murni yang menutupi peti yang terbuat dari kayu penaga disalut dengan emas murni pada "tutup perdamaian" diper ikkan darah 7 kali (Imamat
16:14). Dalam Perjanjian Baru, kata itu diper-gunakan untuk menyatakan sesuatu yang melam-bangkan penebusan, kata itu langsung digunakan dengan arti penebusan, melalui darah Kristus. Jadi "pengampunan" mengandung arti "menutupi dosa kita". Sedemikian rupa sehingga dosa dan kuasa dosa tidak berkutik lagi, sebab sudah dimatikan oleh pe-nebusan darah Kristus, sebagai Anak Domba Allah yang berkuasa mengangkut serta menghapus dosa dunia.
Kalau kita merenungkan hal pengampunan dalam Alkitab akan menjadi gamblang bahwa Kristus Pembela kita dalam masaalah pengampunan dosa, sebab Ia me-nebusnya dengan kematian-Nya pada kayu salib. Rasul Yohanes menuliskan kenyataan ini melalui kesaksian-nya, ketika ia mengungkapkan rahasia Allah: " Anak--anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, kita mempunyai seorang
pengantara pada Bapa yaitu Yesus Kristus yang adil. Dan ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja tetapi juga untuk seluruh dunia." (1 Y ohanes 2:
1,2). Pengampunan berarti juga "Mengangkut atau menghapus" seperti yang diguna-kan Yohanes Pembaptis ketika ia menyaksikan tentang Kristus. “Lihatlah Anak Domba Allah, yang meng-hapus dosa dunia” (lnjil Yohanes 1 :29)
Mungkin timbul pertanyaan: Mengapa Allah tidak mengampuni langsung tanpa penebusan? Jawaban ber-ikut ini kiranya dapat menolong:

1. Allah memiliki tata susila yang berlaku bagi se-mua manusia, tanpa pandang bulu.

Keadilan-Nya dan kebenaran-Nya menuntut diberlakukannya hukum dan hukum
mengatakan: “Orang yang berdosa harus mati".

2. Telah menjadi harapan seluruh umat manusia agar hukum diberlakukan, sebab adanya tertib hukum menjamin perdamaian dan ketertiban. Akhirnya:

3. Umat manusia boleh saja mcnggunakan haknya untuk mempertanyakan atau memprotes se-macam itu, asalkan manusia sendiri pernah di-tuntut Allah untuk menebus dosanya sendiri yang tentu ia tidak akan mampu, sehingga ia mem-protes.

Itulah sebabnya Allah tidak pernah menuntut manu-sia agar menebus dirinya sendiri atau membayar kem-bali dosa yang telah dilakukannya.
"Tetapi kita tahu bahwa yang tercantum dalam kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan se-luruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa." (Roma 3:19,20). Hendaknya kita terima kenyataan bahwa Allah limpah dcngan anugerah dan apa yang Ia lakukan, Ia laksana-kan dengan sempurna dan penuh kerelaan. "Oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan Cuma-cuma karena pcnebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah di-tentukan Allah menjadi jalan perdamaian karena iman dalam darah-Nya. Hal ini dinyatakan-Nya untuk menunjuk-kan keadilanNya, karena Ia telah membiarkan
dosa--dosa telah terjadi pada masa kesabaran-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kcpada Yesus." (Roma 3:24-26)

4.1. MANUSIA DAN PENGAMPUNAN

Tak seorangpun membantah suatu kenyataan bahwa orang yang merasa beban dosa-dosanya menin-dih, mencoba mengambil hati Allah melalui berbagai--bagai cara agar Allah mengampuni dosa-dosanya. Beberapa upaya semacam itu akan dibahas berikut ini:

4.1.1. PERBUATAN BAlK ATAU AMAL

Perbuatan baik atau amal nampaknya dapat me-madai, namun sebenarnya tak mungkin menghasilkan perkenan Allah berkenaan dengan keterlibatan dosa--dosa masa lampau. Nabi Yesaya memaparkan secara jujur, waktu ia berkata: "Demikianlah kami sekalian seperti orang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan, seperti daun dilenyapkan oleh angin." (Yesaya 64:6) Kenyataan ini menjadi lebih jelas lagi ketika rasul Paulus, “Itu bukan hasil pekerjaan-mu; jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam
Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalam-nya." (Efesus 2:9,;°)
Seperti yang dipaparkan Paulus di atas, perbuatan baik atau amal tidak menghasilkan pengampunan, se-bab manusia selaku hamba pelaksana tugas, memang harus melakukan amal sebagai kewajiban dan bukan sebagai penghapus dosa-dosanya. Kristus sendiri
men-jelaskan masalah ini, dalam ajaran-Nya. “Demikian jugalah kamu. Apabila karnu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." (Lukas 17: 1 0)
Kristus selalu m'emperingatkan kita pada Hukum Pertama dan yang utama 'Kasihilah Tuhan,

Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.' (Matius 22:37) Menurut arahan tersebut berarti kasih kita terhadap Allah harus dibarengi pelayanan yang dipersembahkan kepada-Nya dan selalu melakukan apa yang baik pada pemandangan Allah.
Mungkin sebuah contoh yang patut dikemukakan disini seperti yang diberikan kepada kita oleh Raja Daud, ketika ia dan pengiring-pengiringnya mem-persembahkan sejumlah besar emas untuk membangun Bait Allah. Ia berkata: "Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kita mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mu-lah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah per-sembahan yang kami berikan kepada-Mu. Sebab kami adalah orang asing dihadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti nenek moyang kami; sebagai bayang--bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan. Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya." (I Tawarikh 29:14-16)
Memang benar perbuatan baik dan amal selalu penting, sebab hal itu sesuai dengan apa yang ada dalam pemikiran Allah. Namun segala perbuatan baik dan amal yang banyak sekalipun tak berharga untuk membeli pengampunan Allah. Kalau tidak demikian perkataan "kasih karunia" atau "anugerah" perlu dihapuskan dari perbendaharaan setiap kamus.

4.1.2. BERDOA ATAU BERSEMBAH YANG

Berdoa atau sholat tidak dimaksudkan untuk meraih pengampunan. Seorang berdosa pada hakekatnya telah melawan Allah dan tak mungkin meniadakan per-lawanannya itu melalui doa ataupun tidak dapat merayu belas kasihan dan rahmat Allah. Sebab rahmat Allah menyatu erat dengan keadilan Allah secara mutlak dan sempurna.
Orang yang masih terlibat dalam dosa atau dosanya belum memperoleh pengampunan; tak dapat merasakan nikmatnya campur tangan Roh Kudus Allah yang menghantar roh, jiwa dan akal budi manusia dalam ber-hubungan dengan Allah menghantarkan doanya serta, menyebabkan doanya effektif, sehingga doanya di-terima.
Sebuah pertanyaan patut diajukan, "kalau demikian halnya, siapakah yang mampu berdoa?" Jawabnya, "Tak terkecuali, setiap orang dapat berdoa yaitu mereka yang telah menerima Kristus dan menerima pemberian ampun bagi segala dosa-dosanya melalui darah pe-nebusan salib. Sebab doa itu sendiri tidak dimaksud untuk meraih pengampunan. Berdoa dan sembahyang merupakan hubungan yang manis dan wajar yang di-nikmati manusia bersama Allah, setelah segala dosa-dosanya memperoleh pengampunan.

4.1.3. BERPUASA

Berpuasa adalah suatu bentuk merendahkan diri yang disertai penyesalan yang mendalam di dalam roh dan jiwa, meskipun demikian tak mencukupi untuk me-niadakan pemberontakan yang pernah dilancarkan ter-hadap Allah berkenaan dengan dosa-dosa yang pernah dibuatnya. Sebab itu berpuasa tidak melimpahkan suatu pengampunan ke atas orang berdosa itu.
Pengalaman menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa dengan tujuan meraih rahmat Allah, pada hakekatnya tidak melakukan sesuatupun pekerjaan bagi Allah atau sesama manusia Bahkan tida'k patut me-nerima imbalan bagi puasanya. Sabda Allah: "Katakanlah kepada seluruh rakyat negeri dan kepada kepala para imam, demikian: Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan ketujuh selama tujuh puluh tabun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku ? Dan ketika kamu makan dan ketika kamu minum, bukankah kamu makan dan minum untuk dirimu sendiri?" (Zakharia 7:5,6).

4.1.4. DOA SYAFAAT ATAU DOA PENGANTARA

Tak ada ajaran dalam Alkitab yang menyatakan ada-nya pengaruh dari doa-doa orang-orang kudus yang pernah hidup sebelum kita dapat mengampuni dosa. Ajaran rasuli secara bersahaja mengemukakan: "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah danmanusia, yaitu manusia Kristus Yes us, yang telah menyerahkan diriNya sebagai tebusan bagi- semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang diten-tukan." (I Timotiris 2:5,6).
"Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah me-lakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." (Lukas 17:10).

4.1.5. PERTOBATAN

Pertobatan itu baik dan terpuji serta melindungi dari keterlibatan banyak dosa. Tetapi sebaik-baiknya per-tobatan itu masih jauh memadai bagi memperoleh pengampunan
dosa-dosa masa lampau. Misalnya, se-orang pembunuh pada waktu disidangkan menyatakan janji-janji manisnya untuk tidak melakukan kejahatan--kejahatan berikutnya. Apakah hakim dapat menemukan dalam kata-kata janji pembunuh itu dasar yang cukup untuk mengampuni dia dan membebaskannya ? Sama sekali tidak. Seorang hakim telah dipercayakan untuk menegakkan keadilan. Bagaimana mungkin Hak Maha Kudus bagi surga dan melanggar hukumnya sendiri yang menyatakan: "Orang yang berbuat dosa, itu harus mati " (Yehezkiel
18:20).

4.2. JADI, BAGAIMANA MEMPEROLEH PENGAMPUNAN YANG SESUNGGUHNYA ?

Permasalahan ini senantiasa dipertanyakan oleh se-tiap orang berdosa yang kesadarannya telah dibangkit-kan dari bius maut sepanjang abad dan setiap generasi. Jawabnya ialah, "pengampunan bersumber pada Allah melalui penebusan." Kita simak apa yang tertera dalam tulisan Paulus kepada Jemaat di Kolose: "Dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang diten-tukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. la telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiIiki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa." (Kolose 1:12-14).
Kenyataan tersebut diwahyukan kepada hamba Allah yang menyaksikan apa yang telah dinyatakan ke-padanya. Nabi Yesaya menulis tentang seorang Hamba sebagai Penebus yang dinubuatkan akan datang ke-mudian yaitu Kristus: "Sesudah kesusahan jiwa-Nya, Ia akan melihat terang dan menjadi puas dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmat-Nya, dan kejahatan mereka Dia yang memikul. Sebab itu AIm akan membagikan kepada-Nya orang-orang besar sebagai rampasan, dan Ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena Ia telah menyerahkan nyawa-Nya ke dalam maut dan karena Ia terhitung di antara
pemberontak--pemberontak, sekalipun Ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak." (Yesaya 53:11,12)
Pengampunan dapat diperoleh secara cuma-Cuma melalui anugerah atau kasih karunia Allah; justru Kristuslah yang dimaksudkan untuk mewujudkan pengampun-an yang memperdamaikan manusia dengan Allah. Se-bab di dalam Dia, Bapa telah memilih kita
unluk di-karuniai hidup yang kekal; di dalam Dia kita diangkat sebagai anak-anak Allah, dan di dalam Dia kita diberkati dengan segala berkat rohani dari surga. (Efesus 1:3-5)
Melalui penebusan yang agung ini, Kristus telah menjadi pengantara bagi perdamaian kita denganAllah. Buah dari penebusan adalah pengampunan dosa. Tidak ada batasnya pengampunan seperti itu, karena memang Allah kaya dengan rahmat yang memancar dari kasih yang mampu mencakup setiap keperluan yang ada. Hasil dari pengampunan di antaranya:

1. Murka Allah terhadap orang berdosa berhenti dan sebagai gantinya kesejahteraan illahi yang selaras dengan kekayaan anugerah-Nya lang-sung dicurahkan-Nya ke atas kita melalui ke-kasih-Nya Yesus Kristus.

2. Berakhirnya kepahitan yang sia-sia akibat rasa bersalah dan keterlibatan dalam lumpur dosa, yang secara diam-diam akhirnya bergejolak menuntut penyelesaian yang tuntas dalam hati manusia

3. Pencabutan hukuman yang seharusnya ditimpa-kan terhadap dosa manusia dan penyembuhan batin dari sengat maut, lalu manusia baru beralih melayani Allah yang hidup.

Allah yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

(Roma 8:32)

5. MENGAPA KESELAMATAN MUTLAK DIPERLUKAN

Allah telah menciptakan manusia dalam keadaan yang prima tetapi setelah jatuh dalam dosa manusia kehilangan kemuliaan Allah yang ada padanya. Ke-hendak Allah yang penuh dengan kebijaksanaan-Nya adalah memberkati manusia dengan akal budi untuk dapat memahami sesuatu yang di hadapannya dengan baik, asal ia berpikir atau menanggapinya dengan benar. Dalam proses pemikirannya manusia cenderung ber-tanya-tanya semua hakekat dari yang ada. Maka per-tanyaan yang paling utama memenuhi benaknya sejak kejatuhan manusia dalam dosa adalah: "Apakah yang harus kulakukan supaya selamat?".
Rasul Paulus berkata: Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan. Di- sini dia mengakui bahwa keselamatan adalah subyek yang paling penting dalam kehidupan manusia. Paulus tidak dapat mengungkapkan dengan kata-kata untuk menjelaskan keselamatan yang sebesar itu, sehingga hal itu bergerak kepada Allah yang Maha Kuasa dan pikirannya dipenuhi untuk menyatakan bahwa Allah mengutus Anaknya, yang lahir dari seorang perempuan dara dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak." (Galatia 4:4,5)
Jika kese1amatan sedemikian pentingnya maka kita patut mengkajinya. Penulis tidak dapat mengilustrasikan atau menggambarkan indahnya kese1amatan kepada-mu. Namun akan diusahakan mengarahkan perhatian betapa besarnya, dengan menyadari hal yang demikian, maka pada kesempatan ini kami kemukakan orang--orang percaya yang menyerahkan diri mereka kepada Tuhan Yesus Juru Selamat dan coba mengeteng+ahkan kebenaran-kebenaran ini:

1. Harga yang dibayarkan oleh Kristus bagi pe-nerimaan pengampunan yang membuahkan keselamatan bagi kita adalah sedemikian hebat-nya sehingga menjelmakan pengajaran yang ter-kenal sebagaimana yang disampaikan oleh Petrus "Dan jika kamu

menyebut-Nya Bapa yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang yang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan se1ama kamu menumpang di dunia ini. Sebab kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. la telah dipilih se-belum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir." (I Petrus 1:17-20)

lnilah harga yang termahal yang Allah berikan bagi keselamatan kita. Nampaknya karya Allah lebih banyak tercurah pada penyelamatan daripada waktu pencipta-an manusia. Ciptaan dilaksanakan melalui firman yang ke1uar dari mulut-Nya, sedangkan kese1amatan berbeda. Allah tidak menahan anak-Nya, tetapi memberikannya untuk kita semua. Benarlah sebuah keselamatan oleh keluhuran budi yang sungguh unik Allah sendiri men-derita untuk memperoleh kembali manusia yang sudah sesat tengge1am dalam kebinasaan telah menjadi ke-nyataan yang luar biasa pentingnya dan unik.

2. Apakah la berkenan menyelamatkan kita? la me-nye1amatkan kita dari dosa yang sangat dahsyat, dari belenggunya dan dari kutuknya ialah kematian yang ngeri terputus dari kemuliaan dan dijauhkan dari hadirat Allah untuk se1ama-lama-nya. Kesaksian Paulus dalam hal ini: "Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: 'Kristus Yesus datang ke duma untuk menye1amatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa." (1 Timotius 1:15). Inji1 menyata-kan: "Sebab Anak Manusia (yang dimaksud Yesus) datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Lukas 19: 1 0).

Ia menyelamatkan kita dari kuasa si Iblis, seperti yang tersurat; "Yaitu tentang Yesus dari
Nazaret; bagai-mana Allah mengurapi Dia, yang berjalan keliling sambil berbuat baik
dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis, sebab Allah menyertai Dia." (Kisah
Para Rasull0:38)

3. Apakah hasil dari penyelamatan? Mereka yang telah dselamatkan mengalami banyak berkat serta hak-hak rohani, meliputi:

1. Tanduk keselamatan untuk kekuatan kita (Lukas 1 :69)
2. Gunung Batu keselamatan untuk keteguhan kita (Mazmur 95: 1)
3. Ketopong keselamatan untuk perlindungan kita (Efesus 6: 17)
4. Cawan keselamatan untuk sukacita kita (Mazmur 116:13)
5. Sumber Air keselamatan untuk memenuhi haus kita(Yesaya 12:3)
6. Pakaian keselamatan untuk keindahim rohani kita (Yesaya 61: 10)
Oleh keselamatan, kita juga dibenarkan dan dapat menikmati kedamaian dengan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Kedamaian menghantar kita kepada hidup berkelimpahan yang dikehendaki Tuhan Allah bagi kita, dalam persiapan bagi kebahagiaan kekal di Yerusalem baru, kota surgawi penuh damai.
Keselamatan semacam itu, menjamin kita mem-peroleh kenikmatan dari segala berkat dan hak-hak rohani di surga, hendaknya menjadi perhatian yang se-nantiasa diutamakan.
Pembaca yang budiman, izinkan penulis meng-ulangi hal yang dipertanyakan oleh rasul Paulus: "Bagai-mana kita dapat diselamatkan, jika kita menolak ke-selamatan yang sebegitu besar?" Selamatkah kita dengan melalaikan anugerah keselamatan yang sedemikian

besarnya? Selamatkah kita, bila kita me-lalaikan panggilan Injil tentang keselamatan yang
se-demikian besar Allah sendiri menyatakan diri-Nya sebagai Hamba yang menderita supaya penebusan itu terwujud?
Keselamatan harus mendapat perhatian yang paling utama dibandingkan dengan kegiatan agama serta upacara-upacaranya dan tata ibadahnya dalam Per-janjian Lama. Berikut ini beberapa alasan mengapa hal itu menjadi demikian.
Allah sendiri mulai menyatakan hal itu. Pada mula-nya Allah berkata bahwa benih perempuan akan me-remukkan kepala ular (Kejadian 3:15). Siapakah benih perempuan itu? Pelakunya adalah Tuhan Yesus yang lebih unggul dari para malaikat yang melakukan tugas selaku pengantara dalam Perjanjian Lama. Jelaslah peritiwa peremukan kepala waniua itu mengarah pada pengorbanan diri Yesus sendiri. Perbuatan Allah ini telah menjadi batu penjuru bagi iman Kristiani yang oleh Tuhan sendiri telah diturunkan kepada para rasul,
mem-perlengkapi mereka dengan Roh-Nya dan untuk mereka siarkan kepada bangsa-bangsa.
Kesaksian mereka menegaskan kepada kita bahwa apa yang mereka kemukakan tentang keselamatan itu sedemikian pastinya, sehingga dapat dipercayai secara muttak. Sebab semuanya sesuai dengan pernyataan--pernyataan para nabi terdahulu yang memberikan ke-pada kita berita keselamatan dengan pimpinan Roh Kudus.
Berita penye1amatan itu mereka saksikan, karena merekalah saksi-saksi mata yang melihat dan men-dengar sendiri, para rasul yang te1ah menjadi pengiring serta murid Tuhan Yesus Kristus pada waktu pen-jelmaan-Nya dalam daging manusia dan yang menerima langsung dari Dia perkataan-perkataan kebenaran, Injil Keselamatan lalu mewartakannya kembali kepada dunia, mulai dari Yerusalem sampai ke ujung-ujung bumi.
Allah pribadi menyertai dan meneguhkan kesaksian murid-muridnya dengan berbagai-bagai pernyataan kuasa dan karunia-karunia Roh Kudus. Khotbah para rasul tentang Injil Keselamatan telah ditunjang dengan mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Allah melalui tangan-tangan mereka seperti penyembuhan ber-macam-macam penyakit, berkata-kata dengan bahasa--bahasa asing dan bernubuat.
Sekarang kita lebih mengenal arti dan pentingnya kese1amatan yang begitu besar itu, kita berhak bertanya: APAKAH YANG HARUS KITA LAKUKAN SUPAYA PASTI SELAMAT?" Pertanyaan abadi ini, telah di-gemakan oleh setiap insan dalam setiap bahasa sepan-jang abad di bawah sinar sang surya. Tak ada jawaban setepat seperti yang pemah dicanangkan oleh rasul Paulus kepada kepala penjara di kota Filipi hampir 2000 tahun yang silam. Kegelapan penjara, terdengar rintihan maut seorang yang hendak menyerahkan nyawanya kepada para dewa dalam niat bunuh diri, lalu terdengar suara Paulus: "Jangan ce1akakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada disini!" Segera di sambut dengan sebuah obor yang dinyalakan dan disertai pertanyaan: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat,

supaya aku selamat?" Se1aku hamba Allah, Paulus menyahut: "Per-cayalah kepada Tuhan
Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul
16:28,30,31). Sejak peristiwa yang mencekam itu, suara penye1amat yang bersahaja namun mengena sasaran itu terus menggema menyelusuri tembok-tembok kota yang berlumut menuju lembah dan bukit-bukit sampai pada abad ini dan akan terus berkumandang, pada gilirannya menunggu anda ikut mengumandangkannya.
Terimalah keselamatan dari Allah dengan ucapan syukur, maka Kristus akan memenuhi hati anda dengan sukacita dan memberikan kemenangan yang akhirnya mahkota kehidupan menjadi milik pribadi anda. Jagalah kekudusan anda dalam kasih Allah, anugerah Tuhan Yesus Kristus bagi hidup yang kekal.
Camkanlah, bahwa satu jiwa sangat berharga di- hadapan Allah, sehingga Ia rela membayar harganya dengan kematian Anak-Nya sendiri. Jangan remehkan keselamatan yang tersedia bagi kita tak perlu mencoba dengan cara lain yang tanpa jaminan kepastian.
Pada suatu hari ada seorang menjual segala harta miliknya untuk membeli sebuah permata yang sangat langka dan amat mahal harganya. Kemudian ia bawa permata harapannya itu dalam perjalanan yang panjang ke negeri seberang. Di atas dek kapal, ia sehari-harian mengamat-amati keindahan dan kemolekan permata di-sinari cahaya matahari. Ia amat bersuka cita sambil menimang dan melambung-lambungkan permata itu ke udara di atas telapak tangannya, tanpa menghiraukan nasehat kawannya. Lalu kemalangan terjadi. Lemparan yang agak tinggi mengakibatkan permata itu jatuh ke laut dan hilang tak terjangkau lagi. Orang itu berseru dan menangis: Saya kehilangan! Saya kehilangan! Saya telah kehilangan ! .

Peristiwa itu benar terjadi dan menjadi satu per-ingatan bagi setiap orang yang main untung-untungan dengan hidupnya. Anda mungkin adalah permata mahal itu dan sedang bermain-main dengan jiwamu. Saudara! Jika anda menolak memperhatikan dan memelihara jiwamu serta mencampakkan jiwamu ke dalam dunia yang penuh dengan hawa nafsu dan resiko. Resiko anda terlalu berat dan bisa jatuh ke dalam samudra pen-deritaan dan tenggelam ke dahim kebinasaan yang kekal.

Doa orang benar, Bila dengan yakin didoakan Sangat besar kuasanya

Yakobus 5:16

6. MAHKOTA KEHIDUPAN

Kita baca dalam kitab Wahyu 2:10, Kristus meng-hendaki setiap pengikut-Nya untuk tetap setia. "Hendak-lah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan." Perintah Allah ini mencerminkan adanya dua kebenaran yang amat

penting. Pertama kesetiaan kita kepada Kristus merupakan "untaian mutiara" berharga sekali yang harus kita jaga dengan hati-hati, walaupun akan men-gikutsertakan pengorbanan hidup kita. Hal kedua adalah kesetiaan kepada Kristus harus bersinambungan sepanjang umur hidup kita; Apabila akhir hayat tiba atau saat kedatangan Tuhan, kita semua adalah bagaikan "harta molek kesayangan" dalam genggaman tangan Kristus.
Kesetiaan semacam itu tak ternilai upahnya yaitu mahkota kehidupan. Mahkota ini telah Kristus rebut pada waktu Ia menemukan dan mengalahkan kuasa maut. Kristus sudah mengakhiri kematian secara tuntas dan Ia pula akan memberikan mahkota kehidupan kepada siapa saja yang menang. Mahkota-mahkota tersebut- sebagai berikut :

1. Mahkota Keagungan:

Disiapkan bagi orang-orang percaya (gereja) yang telah Kristus tebus dengan darahNya. (Yesaya 62:3)

2. Mahkota Kemuliaan:

Diberikan kepada gembala-gembala yang setia menggembalakan Jemaat Kristus. (I Petrus 5:4)

3. Mahkota Kebenaran:

Disediakan bagi mereka yang hidup dalam ke-benaran sebagai hasil iman kepada Kristus dan pengharapan atas kedatanganNya. Bagi mereka yang mengakhiri pertempuran dengan baik dan sampai finish. (2 Timotius 4:7,8)

4. Mahkota Kehidupan

Diberikan kepada orang-orang percaya yang setia mengalahkan pencobaan dan keluar sebagai pe-menang yang mulus. lni adalah upah bagi para sahid yang kelIfatian mereka pun tak terlepas dari kesetiaan kepada Kristus.
Singkatnya mahkota iman yang dijanjikan oleh Kris-tus kepada mereka yang dengan tulus mengasihi Dia. Dalam Injil mahkota kehidupan diartikan hidup yang kekal dan mahkota kemenangan akan diterima orang--orang percaya yang setia langsung daij tangan Kristus. Kristus memerintahkan supaya kita mempertahankan-nya sebagaimana Ia berkata: "Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu." (Wahyu 3:11) Di-ilhami oleh perintah itu Rasul Paulus menghimbau jemaat di Kolose: "Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat serta berkanjang pada
penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan mem-besar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi." (Kolose 2:18)
Sejalan dengan perintah ini Kristus hendak mem-peringatkan para pengikut-Nya jangan berlaku seram-pangan seperti Esau: mencari berkat itu denganyang menjual hak

kesulungannya untuk sepiring makan-an. Sebab kamu tahu bahwa kemudian ketika ia
'hendak menerima berkat itu. ia ditolak, ia tidak beroleh ke-sempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencari berkat itu dengan mencucurkan air mata:" (Ibrani

12:16,17)

Siapakah yang memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya,

atau pedang?

Seperti yang tertulis : "Oleh karena engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai

domba-domba sembelihan."

Tetapi dalam semua itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Roma 8:36-37

7. BAGAIMANA KITA DAPAT DISELAMATKAN

Bagaimana saya dapat diselamatkan secara pasti dan meninggalkan dosa secara tuntas? Cukup-kah dibaptiskan dan percaya supaya selamat? Hal apa lagi yang harus dilakukan seorang yang bertobat setelah dosa-dosanya diampuni?
A.L.G., Alexandria, Mesir.
Sebelum kenaikan-Nya ke surga, Kristus me-merintahkan murid-murid-Nya: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum (Markus 16:15,16). Kita mengerti dari Para rasul yang kudus menerangkan Isi perintah Tuhan bahwa segenap umat manusia telah terkutuk tetapi oleh anugerah Allah siapa yang percaya kepada Kristus dosa masa lampau dan semua dosa diampuni, juga diselamatkan atau dibebaskan dari program kuasa dosa.
Ternyata apabila kita renungkan pengajaran Alkitab tentang iman yang menyelamatkan bahwa Allah telah menyiapkan keselamatan bagi kita dengan rancangan yang matang serta kerelaan kehendak-Nya. Iman yang menyelamatkan itu mengandung unsur-unsur berikut:

1. Kesadaran akan pernyataan ilIahi dalam Kitab Kudus dan percaya isinya mewujudkan

ke-selamatan yang disediakan bagi kita dalam Kris-tus; menerima fakta yang dinyatakan
Alkitab tentang keadaan umat manusia yang memprihatinkan akibat jatuh dan terlibat dalam dosa serta keperluan mereka yang hakiki akan Yesus Kristus. Tuntutan suara hati nurani dan kebutuhan batin itu sendiri, sebenarnya tak cu-kup untuk mendorong

seseorang meraih ke-selamatan, tetapi merupakan pembuka jalan ke-arah iman yang menyelamatkan.

2. Keyakinan pribadi dapat saja timbul dari adanya suatu keperluaan seorang yang telah merasakan kejatuhannya yang sedemikian dalamnya. Ke-yakinan itu kemudian mengarahkan kesadaran kita untuk memuji dan berterima kasih kepada Allah. Tuntunan-Nya kearah keselamatan dalam Kristus yang disediakanNya dengan

cuma-cuma untuk menebus dosa yang diwariskan dari nenek moyang termasuk kutuk-kutuknya dan dosa--dosa yang kita sendiri terlibat di dalamnya.

3. Ketergantungan kita secara sukarela kepada Kristus yang menjadi Tuhan dan Juru Selamat kita. Ini merangkum pengakuan dosa dan ke-sadaran akan kurangnya jasa baik kita. Pertobat-an yang menuju kekuatan penyelamatan Kristus adalah kesediaan kita masing-masing menerima Kristus sebagai Penyelamat pribadi hati ber-pegang teguh

pada-Nya selaku satu-satu peng-ampun dosa, penebus dan sumber kehidupan rohani. Hal ini berdasar pada banyak ayat Alkitab yang menjelaskan bagaimana kita datang ke-pada Kristus untuk menerima keselamatan yang pasti dari padaNya.
"Tetapi semua orang yang menerimaNya, diberi--Nya kuasa supaya menjadi anak-anak
Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya; (Yohanes 1:12)
"Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan ber-beban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan". (Matius 1l:28 29)
"Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberi-kan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lama-nya, sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus--menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." (Yohanes
4:14)
"Jawab Yesus:" Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadamu, ia akan hidup waIaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama- lamanya." (Y ohanes 11:25-26)
"Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNya." (Yohanes 2?:30,31)
'Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan eng-kau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu (Kisah Para Rasu116:31)
Kita sekarang dapat menambahkan pengertian bahwa iman yang menyelamatkan itu mempunyai dua sisi segi umum dan segi pribadi. Yang umum terkandung dalam pemyataan

illahi dan yang perseorangan tidak lain daripada Kristus serta apa yang Ia telah lakukan sebagai Penebus Iman yang menyelamatkan dengan kata lain bergantung daripada janji Allah tentang ke-selamatan dalam Kristus. Uraian yang berikut ini me-lukiskan bahwa Kristus adalah Batu Penjuru bagi ke-selamatan kita.

7.1. KESAKSIAN KRISTUS

Kristus sering mengundang supaya orang percaya kepada-Nya secara pribadi. Ia berkata, apabila mereka tak percaya, akan dihukum. "Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Barang- siapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak. percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Barangsiapa yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Yohanes 3:15,18,36).

7.2. PERLUNYA MENERIMA KRlSTUS

Ayat-ayat yang menjelaskan kita selamat dengan jalan menerima Kristus cukup banyak di antaranya; "Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang di-berikan Allah tentang Anak-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengarunia hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup." (1
Yohanes 5:9-12) l
"Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari padaNya." (1 Yohanes 5:1).
"Cukup kiranya dari kutipan di atas bahwa segala sesuatuyang perlu kita lakukan untuk keselamatan ada-lah menerima Kristus dan kesaksian yang Allah berikan berkenan dengan AnakNya percaya bahwa Kristus ada-lah Anak Allah yang hidup. Kristus sendiri adalah sasaran dari iman yang menyelamatkan, iman berarti me-mandang selalu kepada Kristus, menaruh kepercayaan kepadaNya, mempercayakan diri kita seutuhnya kepada-Nya

7.3. AJARAN PARA RASUL

Paulus mengajarkan bahwa kita dibenarkan oleh iman dalam Kristus; Iman di sini tidak hanya terbatas secara batin dan umum kepada Allah, dalam pernyataan ' """'" illahi atau

kenyataan abadi, tetapi Kristus sebagai tujuan- xa. Paulus berkata: "Yaitu kebenaran Allah karena iman daIam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. (Roma 3:22)
Kepada jemaat di Galatia ia berpesan: "Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan dengan me-lakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus.
Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena me- lakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat (Gal. 2:16). "Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan." (Galatia 3:23). "Aku telah disalibkan dengan Kristus namun aku hid up, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." (Galatia 2:20)

7.4. KRISTUS MEMPERSEMBAHKAN DIRI-NYA SEBAGAI PENEBUSAN KITA

Kita baca dalam Alkitab bahwa Kristus mengorban- kan jiwa raganya bagi tebusan orang banyak dan Ia mempersembahkan roh-Nya kepada Allah dalam ketaatan yang penuh. Kita dapat simak pula bahwa manusiai diselamatkan hanya oleh jasa baik-Nya yang penuh kebenaran dan oleh kematian-Nya selaku korban penebusan
Karena Ia adalah Sang Penebus, melunasi h'lrga tebusan untuk segenap dosa kita, maka sejak diber-lakukannya iman di dalam Kristus, maka kita yang diperdamaikan dengan Allah, kita hendaknya menerima Dia sepatutnya dan menempatkan keyakinan kita kepada-Nya. Injil diselenggarakan untuk merangkumkan kebenaran bahwa Kristus dalam diri-Nya dan dalam apa yang Ia telah lakukan, menjadi tujuan iman dan dasar keyakinan yang menyelamatkan.

7.5. HIDUP KITA ADA DI DALAM KRISTUS, OLEH KARENA IMAN

Hal ini dibuktikan oleh banyak ayat yang memper-satukan orang-orang beriman dengan Kristus. Alkitab berkata: "Kita ada di dalam Dia, oleh iman", "Ia berada di dalam kita", "Ia adalah kepala dan kita adalah bagian daripada tubuh-Nya", "Hidup kita berasal dari
pada-Nya", "Ia adalah pokok anggur, kita adalah carang-carang--Nya", dan "Ia adalah pemberi iman dan penyempurnaan iman". Semua ungkapan ""dan ayat-ayat yang sejalan dengan kebenaran tersebut di atas, berarti menolak saran, bahwa memiliki iman menyangkut secara umum atau kepada Alkitab sudah menjamin keselamatan kita. Ayat-ayat tersebut juga memastikan bahwa "iman yang menyelamatkan" berakhir dalam Kristus yang menjadi Tuhan dan J uruselamat kita secara pribadi.
Kita baca dalam AIkitab bahwa Allah mengutus AnakNya ke dalam dunia untuk

menyelamatkan umat manusia. Untuk mewujudkannya, Kristus harus mati untuk dosa-dosa kita dan telah bangkit dari antara orang mati untuk membenarkan kita dan Dialah yang
di-maksudkan Allah menjadi hikmat, kebenaran, kesucian ,dan penebus bagi kita. Mereka yang mau menerima Sang Penyelamat semacam itu seperti sesungguhnya Dia dan mereka yang mau menyerahkan diri mereka seutuhnya ke dalam tangan-Nya dan mereka yang dengan segala ketulusan hati menyerahkan diri dalam pelayanan-Nya; adalah orang-orang beriman murni seperti yang diharapkan Alkitab. Mereka adalah hasil penyelamatan melalui anugerah Allah.
Tak usah diragukan lagi bahwa setiap orang yang beriman menerima Kristus dan menganggap Ia sebagai Penyelamat dari dosa yang jahat. Demikianlah penjelas-an Alkitab tentang Juru Selamat bagi pengikut-pengikut--Nya. Kristus adalah Nabi, Imam Agung dan Maha Raja. Dikatakan pula Ia Sumber Kehidupan, Cahaya dan Ke-bahagiaan serta tujuan penyembahan dan kasih.
Apabila keselamatan itu begitu penting bagi hidup yang bermakna dan hakekat hidup kekal, timbuI beban untuk menanyakan apa sebenarnya keselamatan itu?
Sebenamya, tema pokok Kekristenan dari mula sampai akhir adalah satu-satunya jalan keselamatan. Pendiri dan Pembangunannya adalah Sabda Allah dalam penjelmaan-Nya yaitu yang datang ke dalam dumia dengan nama Yesus yang berarti Allah Penyelamat.
Ke-se1amatan digambarkan oleh berita Kristus dan Kekris-tenan menyangkut penyelamatan manusia dari dosa meluputkan dari murka Allah. Malaikat menyampaikan berita kepada perawan Maria; "Ia akan melahirkan anak-laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka". (Matius 1:21). Kristus menyatakan tentang diri- Nya sendiri: "Sebab Anak Manusia datang untuk men-cari dan menyelamatkan yang hilang". (Lukas 19:10)
Kini rupanya sudah gamblang bahwa seorang petobat tidak akan menerima keselamatan oleh campur tangan seorang imam yang mencoba-coba membebas-kan dia dari belenggu
dosa-dosariya.Tidak ada seorang imam, kiai, orang suci, nabi, siapapun dia, apalagi ma-laikat yang memiliki kuasa untuk membebaskan siapa-pun dari belenggu dosa. Hanya seorang yang memiliki kuasa ini. Ia adalah Yesus Kristus. Tertera tentang Dia,: "Keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama
lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah Para

RasuI4:12)

Karena kewargaan kita adalah Di dalam sorga dan dari situ juga Kita menantikan Yesus Kristus Sebagai Juru Selamat, Yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, Sehingga dengan tubuh-Nya yang mulia, Menurut kuasa-Nya Yang dapat menaklukan segala sesuatu kepada diri-Nya

Filipi 3:20-21

8. BAHAN KAJIAN

Sebaiknya setelah anda membaca buku ini dengan perhatian, kemudian menjawab pertanyaan-per-tanyaan di bawah ini, untuk mengkaji ulang apa-apa yang penting dan berharga bagi anda ?

1. Apakah keselamatan itu ?

2. Ayat atau bagian mana dar Alkitab yang meng-abadikan perkataan: "Apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat ?

3. apatkah anda gambarkan menurut Alkitab, bahwa dosa merupakan suatu hutang ?

4. Apakah yang menjadi jalan keselamatan ?

5. Tuliskan tujuh ayat berkenaan dengan keselamat-an !

6. Hakekat apa yang menyebabkan orang beriman dapat menang atau mengatasi dosa-dosanya ?

7. Apakah arti pengampunan dalam Alkitab ?

8. Apakah kita dapat memperoleh pengampunan dengan jalan melakukan perbuatan yang baik ?

9. Apakah tata ibadah atau eara berdoa berguna ba-gi keselamatan ?

10. Dapatkah doa-doa safaat orang-orang kudus menghasilkan pengampunan bagi kita ?

11. Apakah pertobatan menghapus dosa-dosa masa lampau kita ?

12. Berapa harga yang dilunasi Kristus untuk dosa--dosa kita ?

13. Dari hal apa Kristus menyelamatkan kita ?

14. Apakah mahkota kehidupan itu ?

15. Apakah Alkitab menyebut-nyebut mahkota yang lainnya ?

16. Kristus memerintahkan murid-muridNya membe-ritakan apa ?

17. Apakah manfaat iman yang menyelamatkan ?

18. Kutiplah sebuah ayat yang menandaskan bahwa iman dalam Yesus Kristus menghasilkan hidup kekal !

19. Cantumkan beberapa ayat yang dapat mengun-dang orang menerima Kristus !

20. Jawaban apa yang diberikan oleh Paulus dan Silas kepada kepala penjara di kota Filipi ?

Apabila anda menjawab 15 dari pertanyaan terse-but di atas dengan benar, kami dapat mengirimkan salah satu dari buku atau risalah kami dengan gratis keapda anda. Kirimkanlah jawaban anda tertulis pada alamat kami serta bubuhkan nama serta alamat anda selengkapnya.

Alamatkan surat anda kepada :

Suara Pengharapan P.O. BOX 1234 Yogyakarta 55000 Indonesia