6
Jadi, oleh karena kalian perlu ajaran-ajaran yang memimpin kalian kepada kedewasaan rohani, saya tidak mau lagi mengulangi ajaran-ajaran dasar tentang Kristus kepada kalian. Marilah kita sekarang meningkat kepada ajaran-ajaran yang lebih tinggi. Jadi saya tidak akan mengulangi ajaran-ajaran dasar ini:
tentang pertobatan dari segala macam perbuatan yang sebenarnya membawa kalian kepada kematian rohani,* perbuatan … kematian rohani Secara harfiah, “perbuatan mati.” Penulis Surat Ibrani menggunakan perkataan yang sama dalam 9:14. Sekitar lima puluh persen penafsir berkata bahwa yang dimaksudkannya adalah melakukan peraturan-peraturan lama agama Yahudi. Dalam tafsiran ini kata ‘perbuatan mati’ dapat diartikan ‘perbuatan sia-sia’. (Lihat 2 Kor. 3:6 dan Gal. 4:8-12 dengan catatan kaki untuk ayat 10.) Para penafsir lain berkata bahwa maksud penulis adalah pertobatan dari segala macam perbuatan yang jahat. Dan memang perbuatan jahat juga membawa kita kepada kematian rohani.
tentang percaya kepada Allah,
tentang perbedaan baptisan agama Yahudi, baptisan Yohanes, dan baptisan sebagai pengikut Kristus,
tentang berbagai macam pemberkatan dengan meletakkan tangan, berbagai macam pemberkatan … meletakkan tangan Kemungkinan besar yang dimaksudkan adalah ajaran tentang berbagai macam pemberkatan yang biasanya hanya dilakukan oleh para pemimpin jemaat dengan meletakkan tangan pada orang yang bersangkutan— antara lain pemberkatan baptisan, pemberkatan untuk meminta urapan atau kemampuan khusus dari Roh Allah, pemberkatan untuk menjadi penatua, pengerja, atau utusan jemaat, dan segala macam pemberkatan secara umum— contohnya orang sakit.
tentang keyakinan kita bahwa orang-orang mati akan hidup kembali,
dan tentang hukuman yang selama-lamanya yang akan diberikan Allah kepada setiap orang yang berbuat jahat.
Jadi, atas pertolongan Allah, biarlah saya memberikan ajaran yang lebih tinggi yang bisa mendewasakan rohani kita!
4-6 Hati-hatilah! Jangan sampai ada di antara kita yang kembali kepada kehidupan yang gelap! Karena orang yang seperti itu tidak mungkin kita bimbing kembali untuk bertobat seperti ketika dia baru mengikut Kristus. Orang seperti itu sudah pernah mengalami kebaikan hati Allah yang dia terima melalui Yesus, dan dia juga sudah mengalami pertolongan Roh Kudus. Dia juga sudah mengalami begitu indahnya Kabar Baik dari Allah, dan sudah mengalami kemampuan-kemampuan rohani yang akan kita nikmati pada zaman yang akan datang. Jadi kalau orang seperti itu meninggalkan Kristus, tidak mungkin dia bertobat lagi. Karena ketika dia meninggalkan Kristus, di mata banyak orang dia seperti sudah menginjak-injak Anak Allah. Kalau orang semacam itu berusaha bertobat lagi, dia seperti minta kepada Yesus, “Yesus, tolong mati disalibkan sekali lagi bagi saya, supaya Engkau menebus dosa-dosa saya yang saya perbuat waktu saya meninggalkan Engkau!”
Kehidupan rohani kita bisa digambarkan seperti ladang. Karena kebaikan Tuhan maka suatu ladang selalu mendapat air hujan yang sangat cukup, lalu menjadi subur dan menghasilkan banyak tanaman bagi para petani, maka Allah akan tetap memberkati ladang itu. Padahal, kalau ladang itu hanya menghasilkan alang-alang dan tanaman berduri, maka ladang itu akan dianggap tidak berguna. Dan akhirnya ladang itu akan dikutuk Allah lalu dibakar.
Saudara-saudari yang saya kasihi, janganlah kecewa! Biarpun saya sudah menulis hal-hal yang berat itu kepada kalian, saya yakin bahwa kalian bukanlah orang-orang yang meninggalkan Yesus itu, tetapi termasuk kepada kita yang sedang diselamatkan. 10 Karena Allah adil. Dia akan tetap ingat apa saja yang kalian masing-masing sudah lakukan bagi-Nya, terutama ketika kamu berbuat kasih kepada saudara-saudari seiman untuk memuliakan Allah. Dia memperhatikan bagaimana kamu sudah sering melayani mereka dan masih melayani mereka terus sampai sekarang, dan Dia tidak akan pernah lupa memberkatimu. 11 Tetapi yang saya sangat rindukan adalah supaya kamu terus bersemangat dan terus berbuat kasih yang nyata itu sampai akhir hidupmu, karena dengan begitu kamu memastikan bahwa kamu akan menerima apa yang kita harapkan di surga. 12 Dengan begitu kamu juga tidak akan menjadi pemalas. Tetapi hendaklah kamu mengikuti teladan saudara-saudari seiman kita yang sudah mendahului kita ke surga. Perhatikanlah bahwa mereka tetap sabar dan percaya penuh kepada Kristus sampai akhir hidup mereka. Pikirkanlah bahwa sekarang mereka sedang menikmati semua janji Allah.
Allah tidak akan pernah ingkar janji
13-15 Abraham adalah contoh bagi kita. Allah berjanji kepadanya dengan ‘bersumpah atas diri-Nya sendiri’, waktu Allah berkata,
“Aku bersumpah atas diri-Ku sendiri: … Aku sungguh-sungguh berjanji akan memberkatimu dan memberikan banyak keturunan kepadamu.” Kej. 22:16-17
Lalu, sesudah Abraham menunggu dengan penuh keyakinan dan kesabaran, dia pun menerima apa yang dijanjikan-Nya itu. Dan karena inilah dia bisa yakin akan janji Allah itu: Allah menguatkan janji-Nya dengan “bersumpah demi diri-Nya sendiri.” Karena memang tidak ada yang lebih besar dari Allah, jadi karena itulah Dia menguatkan janji-Nya dengan menyebutkan diri-Nya sendiri.
16 Kita tahu bahwa manusia selalu bersumpah dengan menyebut nama seseorang yang lebih berkuasa dan biasanya menyebut nama Allah. Dan kalau bersumpah di depan pengadilan dengan menyebut nama Allah, artinya Allah akan menghukum orang itu kalau berdusta, dan kesaksiannya dianggap sah. 17 Begitu juga waktu Allah mau menguatkan kebenaran janji-Nya, Dia menguatkan janji-Nya itu dengan sumpah. Karena Allah mau supaya kita keturunan Abraham secara rohani menyadari seperti ini, “Apa yang Allah janjikan kepada kita pasti akan ditepati.” 18 Jadi Allah sudah memberikan janji dan sumpah-Nya. Kedua hal itu tidak mungkin diubah-Nya, karena Allah tidak mungkin berdusta. Oleh karena itu, kita yang bergantung penuh bergantung penuh Secara harfiah, “melarikan diri (dari bahaya dan) memegang.” Sebagai gambaran perkataan ini, beberapa kali dalam Perjanjian Lama orang-orang yang diancam hukuman mati melarikan diri ke dalam Rumah Tuhan dan memegang sudut-sudut mezbah— yang berbentuk seperti tanduk sapi jantan. (Lihat 1 Raj. 1:50 dan 2:28, atau bandingkan Mzm. 61:4 dan Ams. 18:10.) kepada kebaikan hati Allah untuk menyelamatkan kita merasa dikuatkan dengan harapan seperti ini, “Allah pasti akan menepati semua janji-Nya kepada kita!” 19-20 Biarlah harapan kita itu berfungsi seperti sebuah jangkar yang kuat dan aman bagi diri kita sendiri, supaya kita dikuatkan dan tidak terbawa oleh arus apapun. Karena Pengharapan kita sebenarnya adalah Yesus sendiri, yang sudah membuka jalan bagi kita ke dalam Ruang Mahakudus di Rumah Allah di surga. Jadi sekarang kita bisa langsung mendekat kepada-Nya di sana dalam doa, karena Yesus sudah bertugas sebagai Imam Agung bagi kita untuk selama-lamanya, sesuai dengan pola Imam Melkisedek.

*6:1 perbuatan … kematian rohani Secara harfiah, “perbuatan mati.” Penulis Surat Ibrani menggunakan perkataan yang sama dalam 9:14. Sekitar lima puluh persen penafsir berkata bahwa yang dimaksudkannya adalah melakukan peraturan-peraturan lama agama Yahudi. Dalam tafsiran ini kata ‘perbuatan mati’ dapat diartikan ‘perbuatan sia-sia’. (Lihat 2 Kor. 3:6 dan Gal. 4:8-12 dengan catatan kaki untuk ayat 10.) Para penafsir lain berkata bahwa maksud penulis adalah pertobatan dari segala macam perbuatan yang jahat. Dan memang perbuatan jahat juga membawa kita kepada kematian rohani.

6:2 berbagai macam pemberkatan … meletakkan tangan Kemungkinan besar yang dimaksudkan adalah ajaran tentang berbagai macam pemberkatan yang biasanya hanya dilakukan oleh para pemimpin jemaat dengan meletakkan tangan pada orang yang bersangkutan— antara lain pemberkatan baptisan, pemberkatan untuk meminta urapan atau kemampuan khusus dari Roh Allah, pemberkatan untuk menjadi penatua, pengerja, atau utusan jemaat, dan segala macam pemberkatan secara umum— contohnya orang sakit.

6:13-15 Kej. 22:16-17

6:18 bergantung penuh Secara harfiah, “melarikan diri (dari bahaya dan) memegang.” Sebagai gambaran perkataan ini, beberapa kali dalam Perjanjian Lama orang-orang yang diancam hukuman mati melarikan diri ke dalam Rumah Tuhan dan memegang sudut-sudut mezbah— yang berbentuk seperti tanduk sapi jantan. (Lihat 1 Raj. 1:50 dan 2:28, atau bandingkan Mzm. 61:4 dan Ams. 18:10.)