3
Sifat-sifat para hamba Allah
Mengenai hal yang saya tulis di atas, jangan sampai kalian pikir bahwa kami juga membanggakan diri seperti guru-guru palsu itu. Kami tidak seperti mereka yang perlu surat pengantar untuk memperkenalkan pelayanan mereka kepada jemaat baru. 2-3 Karena kalianlah yang merupakan surat pengantar kami! Karena waktu orang-orang memperhatikan cara hidup kalian, kalian menjadi seperti surat Kristus yang bisa diketahui dan dibaca oleh semua orang. Surat itu ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh Allah yang hidup. Dan surat itu tidak diukir pada batu,* batu Paulus membandingkan dengan hukum Taurat yang diberikan Allah kepada Musa, yang tertulis pada loh batu (Kel. 24:12; 25:16). tetapi di dalam hati kalian. Tetapi karena kami yang memperkenalkan Kristus kepada kalian, Tuhan juga mengukir nama kalian di dalam hati kami. Kami bisa berbicara seperti itu karena Kristuslah yang memberikan keyakinan itu kepada kami di hadapan Allah. Maksud saya bukan untuk mengatakan bahwa kami bisa melayani Allah karena kemampuan kami sendiri. Bukan! Tetapi Allahlah yang memampukan kami untuk melayani Dia. Karena Dialah yang memampukan kami sebagai hamba untuk menyampaikan berita tentang sebuah perjanjian yang baru dengan-Nya— yang tidak didasarkan pada peraturan dan hukum yang tertulis, melainkan pada Roh Allah. Menjalankan peraturan lama dan hukum tertulis itu tidak membuat kita hidup tetapi membawa kita kepada kematian. Sedangkan Roh Allah membawa kita kepada kehidupan!
Perjanjian yang baru lebih mulia dari perjanjian yang lama
Memang perjanjian Perjanjian Dalam ayat 7-11 secara harfiah disebut, “Pelayanan.” yang lama diukir pada batu dan disertai dengan kemuliaan Allah. Tetapi biarpun begitu, perjanjian tersebut membawa kita kepada kematian. Pada waktu perjanjian itu diberikan, sinar kemuliaan terpancar dari muka Musa, sehingga orang Israel tidak bisa terus memandang wajahnya. Tetapi sinar kemuliaan itu hanya sementara saja. Jadi, kalau perjanjian yang lama disertai dengan kemuliaan, tentu lebih mulia lagi kemuliaan perjanjian yang baru yang berasal dari Roh Allah! Maksud saya adalah: Kalau perjanjian yang lama— yang membawa hukuman kepada kita, mempunyai kemuliaan, tentu lebih mulia lagi kemuliaan dari perjanjian yang baru yang membuat kita dibenarkan di hadapan Allah. 10 Sebenarnya perjanjian yang lama itu— yang dulu dianggap mulia, sekarang tidak begitu mulia lagi kalau dibandingkan dengan perjanjian yang baru— yang jauh lebih mulia. 11 Karena kalau perjanjian yang lama— yang sekarang diganti dengan yang baru, diberikan dengan kemuliaan, maka perjanjian yang selama-lamanya pastilah mempunyai kemuliaan yang lebih mulia.
12 Oleh karena kami sangat yakin akan apa yang kita harapkan dari Allah, maka kami berani sekali memberitakan tentang perjanjian yang baru ini. 13 Kami tidak seperti Musa yang menutupi mukanya dengan kain supaya orang-orang Israel tidak bisa melihat sinar kemuliaan itu sedang menghilang. 14 Tetapi pikiran nenek moyang orang Israel sudah tertutup. Bahkan sampai sekarang pun, ketika anak-anak mereka membaca buku Perjanjian Lama, sepertinya kain selubung itu masih menutupi pikiran mereka sehingga mereka tidak bisa mengerti apa maksudnya. Karena kain selubung itu hanya bisa disingkirkan ketika seseorang percaya kepada Kristus. 15 Tetapi kasihan, sampai hari ini ketika mereka membaca Hukum Musa, seperti masih ada kain yang menutupi pikiran mereka. 16 Akan tetapi ketika seseorang bertobat dan mengikut Tuhan, maka kain itu akan Allah singkirkan dari pikirannya. 17 Dan sinar kemuliaan yang memancar dari Tuhan Yesus kepada kita menggambarkan Roh Kudus. Dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kebebasan dari peraturan dan hukum yang lama itu. 18 Jadi, dengan muka yang tidak lagi berselubung, kita semua memandang kepada Tuhan dan memancarkan kemuliaan-Nya. Kita menjadi seperti cermin! Dengan demikian Tuhan Yesus— yaitu oleh Roh-Nya, mengubahkan kita sehingga kita menjadi semakin sempurna memancarkan kemuliaan-Nya.

*3:2-3 batu Paulus membandingkan dengan hukum Taurat yang diberikan Allah kepada Musa, yang tertulis pada loh batu (Kel. 24:12; 25:16).

3:7 Perjanjian Dalam ayat 7-11 secara harfiah disebut, “Pelayanan.”