2
Dari kematian menuju kehidupan
Dulu memang kita hidup secara badani, tetapi sebenarnya kita sudah mati secara rohani. Hal itu terjadi karena dosa-dosa kita dan karena kita terus-menerus melanggar perintah-perintah Allah. Karena pada waktu itu kita selalu mengikuti kebiasaan-kebiasaan jahat dunia ini, dan juga mengikuti kemauan si jahat— yaitu iblis, yang sekarang sedang memerintah atas semua kuasa gelap di dalam dunia ini.* kuasa gelap … Secara harfiah, “penguasa udara” atau “penguasa angkasa raya.” Dialah yang berkuasa dalam kehidupan semua orang yang tidak mau taat kepada Allah. Dulu kita semua juga hidup seperti itu— dengan selalu berusaha memuaskan keinginan-keinginan badani kita. Dan kita terbawa arus keinginan itu ke sana ke mari. Sama seperti orang-orang lain, kita juga pantas menanggung kemarahan Allah.
Tetapi cara Allah mengasihani kita sangat luar biasa, dan Dia sangat mengasihi kita! Jadi pada waktu kita masih dalam keadaan mati secara rohani dan terus-menerus melawan perintah-Nya, Allah sudah memberikan hidup yang baru kepada kita. Hal itu terjadi karena kita sudah bersatu dengan Kristus, dan secara rohani kita ikut dihidupkan kembali bersama Dia ketika Allah menghidupkan Dia kembali dari kematian. Jadi sudah jelas bahwa kita diselamatkan hanya karena kebaikan hati Allah! Dan karena kita bersatu dengan Kristus Yesus, kita juga secara rohani diangkat ke surga bersama Kristus. Di sana secara rohani kita sudah duduk bersama Raja kita Yesus. Allah melakukan semua itu supaya pada masa yang akan datang, Dia bisa membuktikan kepada kita bahwa Dia sangat baik hati kepada kita. Kebaikan hati-Nya memang luar biasa bagi kita yang sudah bersatu dengan Kristus Yesus!
Maksud saya adalah kita diselamatkan oleh karena kebaikan hati Allah. Dan keselamatan itu kita terima hanya karena kita percaya penuh kepada Kristus. Kita tidak bisa selamat karena usaha kita sendiri. Keselamatan itu adalah pemberian Allah. Jadi kita selamat bukan karena kita melakukan perbuatan baik. Memang Allah yang sudah mengatur hal itu supaya tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya tentang keselamatannya. 10 Keselamatan kita adalah hasil karya Allah sendiri. Kita yang bersatu dengan Kristus Yesus seperti diciptakan kembali menjadi manusia baru. Dengan begitu kita dimampukan untuk melakukan hal-hal yang baik yang sudah Allah rencanakan dari sejak semula untuk kita lakukan.
Bersatu dalam Kristus
11 Saya mau mengingatkan setiap kalian yang bukan orang Yahudi tentang keadaanmu sebelum mengenal Kristus. Kalian memang disebut “orang yang tidak bersunat” oleh orang Yahudi, karena mereka menyebut diri mereka “orang bersunat.” Mereka bangga karena sudah mengikuti adat sunat, walaupun itu hanya tanda yang dilakukan oleh tangan manusia pada anggota tubuh laki-laki saja. Hal itu tidak bisa membuat hidupmu berubah. 12 Sebelum kalian mengenal Kristus, kalian tidak bisa berharap untuk menjadi warga kerajaan Allah— yang sekarang secara rohani merupakan umat Israel yang baru. Dan kalian sama sekali tidak ikut ambil bagian dalam perjanjian-perjanjian Allah kepada umat-Nya. Jadi kalian hidup di dunia ini tanpa harapan dan tanpa mengenal Allah. 13 Tetapi walaupun dulu kalian sudah jauh sekali dari Dia, sekarang kalian sudah dibawa dekat kepada-Nya. Karena sekarang kalian sudah bersatu dengan Kristus Yesus dan sudah disucikan melalui kurban darah Kristus.
14 Hanya karena Kristuslah kita semua bisa berdamai dengan Allah, dan hal itu berlaku baik untuk orang Yahudi maupun untuk orang yang bukan Yahudi. Dengan keadaan kita yang sudah dipersatukan dengan Kristus waktu Dia disalibkan, berarti kita juga dipersatukan sebagai umat Allah. Jadi Kristus sendirilah yang sudah merobohkan tembok permusuhan yang memisahkan kita selama ini. 15 Waktu perdamaian itu dibuat, Kristus sudah mencabut Hukum Taurat dan segala perintah serta peraturan hukum itu. Artinya bahwa semua orang dari bangsa mana pun— kalau setiap mereka sudah bersatu dengan Kristus, mereka seperti diciptakan menjadi bangsa yang baru dan bangsa yang berdamai. 16 Jadi melalui kurban diri-Nya di kayu salib, Kristus sudah mengakhiri permusuhan antara orang Yahudi dan orang yang bukan Yahudi. Dan kita semua menjadi seperti satu tubuh— di mana setiap anggota tubuh berdamai dengan Allah. 17 Dan Kristus sudah datang dan memberitakan perdamaian, baik kepada kalian orang yang bukan Yahudi— yaitu seluruh bangsa yang dulu jauh dari Allah, maupun kepada kami orang Yahudi— bangsa yang dulu lebih dekat kepada Allah. 18 Sekarang kita semua— melalui apa yang sudah Kristus buat bagi kita, mempunyai hak untuk datang kepada Bapa melalui Roh Kudus yang ada di dalam diri kita masing-masing.
19 Jadi kalian orang yang bukan Yahudi tidak dianggap lagi seperti pendatang yang tidak mempunyai hak apa pun. Tetapi sekarang kalian sudah menjadi orang-orang yang disucikan oleh Allah, warga kerajaan Allah, dan anggota keluarga Allah. 20 Kita semua menjadi seperti sebuah rumah yang dibangun di atas batu-batu fondasi yang besar— yang melambangkan para nabi dan rasul. Dan batu fondasi yang terutama batu fondasi yang terutama Secara harfiah, “batu penjuru.” adalah Kristus Yesus sendiri. 21 Saat kita masing-masing bersatu dengan Kristus, semua bangunan itu menjadi semakin besar sampai menjadi Rumah yang kudus bagi Allah. 22 Jadi kita yang berasal dari bangsa mana saja, sama-sama dijadikan oleh Kristus menjadi tempat kediaman Allah melalui Roh Kudus.

*2:2 kuasa gelap … Secara harfiah, “penguasa udara” atau “penguasa angkasa raya.”

2:20 batu fondasi yang terutama Secara harfiah, “batu penjuru.”