8
Anak Domba melepaskan meterai yang ketujuh
Ketika Anak Domba melepaskan meterai terakhir dari gulungan buku itu, surga menjadi diam dan sunyi kira-kira setengah jam lamanya. Lalu saya melihat ketujuh malaikat yang terkenal* ketujuh malaikat … Menurut tradisi orang Yahudi, ada tujuh malaikat yang selalu berdiri di hadapan Tuhan. Salah satu bernama Rafael, yang disebut dalam buku Tobit 12:15. (Buku Tobit salah satu buku dalam Perjanjian Lama gereja Katolik.) Dan yang satunya lagi adalah Gabriel (Luk. 1:19). maju dan berdiri di hadapan Allah. Dan kepada mereka diberikan tujuh terompet.
Lalu salah satu malaikat lain datang dan berdiri di dekat mezbah emas— tempat mempersembahkan kemenyan di hadapan Allah. Malaikat itu memegang satu panci emas yang dipakai untuk membakar kemenyan. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkan kepada Allah. Malaikat itu mencampurkan kemenyan dalam panci itu dengan api yang dia ambil dari mezbah itu. Kemenyan itu dipersembahkan kepada Allah untuk menggambarkan doa-doa dari seluruh umat-Nya. Lalu dari panci yang ada di tangan malaikat itu ada gumpalan asap kemenyan yang naik ke hadapan Allah. Hal ini menggambarkan doa dari seluruh umat Allah. Sesudah itu malaikat itu mengisi panci itu lagi dengan api dari mezbah, lalu dilemparkannya ke bumi! Maka terjadilah bunyi guntur yang bergemuruh disertai kilat sambung-menyambung dan gempa bumi.
Ketujuh malaikat itu meniup terompetnya masing-masing
Sesudah itu ketujuh malaikat yang memegang ketujuh terompet itu bersiap-siap untuk meniup terompetnya masing-masing.
Malaikat pertama meniup terompetnya, lalu terjadilah hujan es, dan api bercampur darah menimpa bumi. Maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon. Dan semua rumput hijau hangus terbakar.
Malaikat kedua meniup terompetnya, lalu sesuatu yang kelihatannya seperti gunung besar yang sedang menyala dilemparkan ke dalam laut. Maka sepertiga dari laut menjadi darah, dan sepertiga dari makhluk hidup yang ada di laut mati, dan sepertiga dari semua kapal juga hancur.
10 Malaikat ketiga meniup terompetnya, lalu satu bintang besar yang menyala seperti obor jatuh dari langit. Bintang itu jatuh menimpa sepertiga dari jumlah sungai dan mata air di bumi. 11 Nama bintang itu adalah Kepahitan. Kepahitan Secara harfiah, “Apsintus.” Apsintus adalah sejenis tanaman yang sangat pahit dan dipakai sebagai obat. Tetapi menurut kebiasaan Apsintus juga dianggap racun. Di sini Apsintus menggambarkan dukacita yang besar dan kerusakan alam yang meracuni manusia. Dan sepertiga dari semua air menjadi pahit sekali, dan banyak orang yang mati karena minum air pahit itu.
12 Malaikat keempat meniup terompetnya, lalu terpukullah matahari, bulan, dan bintang-bintang. Oleh karena itu matahari bersinar tidak lagi dua belas jam, tetapi hanya delapan jam saja. Begitu juga bulan dan bintang-bintang bersinar menjadi sepertiga dari lamanya waktu bersinar. Akibatnya kegelapan yang sangat gelap sering terjadi di bumi.
13 Lalu saya melihat sesuatu yang penting! Saya mendengar seekor burung elang yang terbang di langit dan menyerukan pengumuman ini: “Celaka! Celaka! Celakalah mereka yang hidup di bumi karena bunyi terompet yang nanti akan ditiup oleh ketiga malaikat lain!”

*8:2 ketujuh malaikat … Menurut tradisi orang Yahudi, ada tujuh malaikat yang selalu berdiri di hadapan Tuhan. Salah satu bernama Rafael, yang disebut dalam buku Tobit 12:15. (Buku Tobit salah satu buku dalam Perjanjian Lama gereja Katolik.) Dan yang satunya lagi adalah Gabriel (Luk. 1:19).

8:11 Kepahitan Secara harfiah, “Apsintus.” Apsintus adalah sejenis tanaman yang sangat pahit dan dipakai sebagai obat. Tetapi menurut kebiasaan Apsintus juga dianggap racun. Di sini Apsintus menggambarkan dukacita yang besar dan kerusakan alam yang meracuni manusia.